Tips Shalat Khusyu’ dari Imam Al-Ghazali

shalat khusyu'

shalat khusyu'SHALAT Khusyu’ adalah sholat penuh kesungguhan hati, konsentrasi penuh, dengan menyadari sepenuhnya sedang menyembah sekaligus “berdialog” dengan Allah SWT.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, khusyu’ adalah ketenangan, tuma’ninah, pelan-pelan, ketetapan hati, tawadhu’ (rendah hati), serta merasa takut dan selalu merasa diawasi oleh Allah ‘Azza wa Jalla.

Menurut Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijusslikin, khusyu’ adalah menghadapnya hati di hadapan Robb ‘Azza wa Jalla dengan sikap tunduk dan rendah diri.”

Shalat Khusyu’ merupakan salah satu ciri orang beriman:

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. al-Mu’minuun: 1-2).

Orang yang mampu shalat khusyu’ akan selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu lebih berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. al-Baqarah: 45).

Tempat khusyu’ adalah di hati. Sikap atau pergerakan anggota badan akan mengikuti hati. Karenanya, untuk bisa shalat khusyu’, kunci utamanya adalah “menghadirkan hati” selama shalat.

Shalat Khusyu’ inilah yang berdampak pada perilaku, yakni menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar, sebagaimana ditegaskan Allah SWT:

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

Tips Shalat Khusyu’

Bagaimana agar kita shalat dengan khusyu’? Imam Al Ghazali dalam kitab terpopulernya, Ihya Ulumuddin, memberikan tips agar kita bisa melaksanakan shalat dengan khusyu’.

Menurut Al-Ghazali, kuncinya adalah batin. Batin di dalam shalat merupakan gabungan dari enam perkara yakni kehadiran hati, tafahhum, takzim, haibah, raja’, dan haya.

Menghadirkan Hati
Menghadirkan hati merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap umat muslim yang hendak melaksanakan shalat. Sehingga ia akan selalu tersadar dan tidak berpikiran hal yang ada di luar salat.

Tafahhum (Mengerti)
Tafahhum yakni mengetahui atau memahami makna bacaan shalat, mulai takbir hingga salam. Bagaimana mungkin seseorang bisa khusyu’ jika tidak mengerti apa yang diucapkannya?

Haibah (Segan)
Memiliki segan atau rasa takut namun penuh hormat terhadap Allah SWT sangatlah penting dalam shalat dan di luar shalat. Hati kita akan hadir sepenuhnya kepada Allah SWT jika dalam shalat kita merasa segan bahkan takut.

Takzim (Hormat)
Selain rasa takut, seorang manusia juga dituntut untuk memiliki rasa hormat. Dengan begitu pikiran dan hatinya tidak akan berani untuk memikirkan perkara lain di dalam salat.

Roja’ (Berharap)
Harapan akan keridhoan, ampunan, dan pertolongan Allah SWT akan membuat kita khusyuk selama shalat.

Haya (Malu)
Selama shalat, munculkan rasa malu kepada Allah SWT yang sudah banyak memberikan nikmat, namun kita membalasnya dengan perbuatan buruk atau kemaksiatan. Menyadari dosa akan menghadirkan rasa malu. Jika rasa malu dimunculkan selama shalat, maka shalat akan khusyu’.

Demikian tips shalat khusyu’ dari Imam Al-Ghazali. Semoga kita mampu melaksanakannya. Amin…! (www.warnaislam.or.id).*

Related Post

Pengertian Amal Saleh dan Jenis-Jenis Kebaikan da... Amal saleh (shalih, soleh) adalah perbuatan baik dalam pandangan Islam. Amal saleh akan mengundang rahmat Allah SWT dan mendatangkan rasa damai dalam ...
Ekstremitas dalam Islam – Berlebihan dan Fan... UMAT #Islam dalah umat pertengahan atau moderat (ummatan wasathan). Karena itu, tidak ada tempat bagi “ekstremisme” dalam pemikiran dan perilaku um...
Karakteristik Umat Islam menurut Al-Quran Umat Terbaik, Umat Pertengahan, Tegas terhadap Kekufuran, dan Berkasih Sayang terhadap sesama adalah sebagian Karakteristik Umat Islam menurut Al-Qura...
Pengertian Jumat Berkah: Keutamaan Hari Jumat TIAP hari Jumat, tagar #JumatBerkah trending di Twitter. Tweeps yang terlibat menulis berbagai status update atau cuitan berisi doa, harapan, kata mut...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Kembali ke Atas