Menag Jelaskan 3 Prinsip Penghimpunan Zakat 2,5 Persen PNS Muslim

zakat pns muslim

zakat pns muslimPemerintah melalui Kementerian Agama berencana menarik zakat 2,5 persen bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim.

Rencana itu sedang dibahas secara internal di Kementerian Agama untuk menjadi Undang-Undang.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, ada tiga prinsip yang harus dijalankan pada saat regulasi penghimpunan dana zakat ASN Muslim ditetapkan.

Ketiga prinsip yang menjadi syarat dasar yang harus ditegakkan adalah ASN Muslim, penghasilannya mencapai nishab, dan persetujuan dari PNS yang bersangkutan.

1. Hanya Berlaku bagi PNS Muslim

Disebutkan, prinsip pertama penarikan zakat ini hanya berlaku bagi ASN Muslim. Artinya, kebijakan yang akan diterbitkan nantinya tidak diberlakukan kepada selain ASN Muslim.

“Ini hanya berlaku bagi ASN muslim,” tegas Menag di Jakarta, Kamis (8/02/2018).

2. Mencapai Nishab

Prinsip kedua, kebijakan ini juga hanya berlaku bagi ASN Muslim yang total penghasilannya sudah mencapai nishab. Yaitu, batas minimal penghasilan yang wajib dibayarkan zakatnya.

“ASN yang penghasilannya di bawah nishab tentu tidak wajib membayar zakat,” tuturnya.

3. Persetujuan ASN Sendiri 

Prinsip ketiga, penyisihan sebagian penghasilan ASN Muslim dilakukan atas dasar persetujuan dari yang bersangkutan.

Mekanismenya melalui proses akad, apakah bersedia ataukah tidak, jika sebagian penghasilannya disisihkan untuk membayar zakat.

“Jadi sama sekali tidak ada kewajiban apalagi paksaan. Sepenuhnya atas kesukarelaan,” tegasnya.

Menag mengaku, masih membahas dan mendalami rancangan kebijakan ini secara internal di Kementerian Agama. Pihaknya akan terus menggali masukan dari ahli dan akademisi, termasuk para ulama dan tokoh agama.

“Kami akan mengadakan muzakarah secara khusus agar yang kami rancang ini bisa dipertanggungjawabkan baik secara hukum agama maupun hukum positif,” ucapnya dirilis laman resmi Kemenag.

Sikap PBNU

Di sisi lain, PBNU meminta rencana tersebut dikaji kembali. Menurut Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, pihaknya meminta peninjauan ulang soal kebijakan pemerintah yang akan memotong langsung gaji untuk zakat bagi PNS/ASN beragama Islam.

“Wacana kebijakan tersebut harus ditinjau ulang,” kata Helmy kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Menurut Helmy, ada beberapa catatan mendasar yang harus diperhatikan seperti persoalan kewajiban zakat sendiri yang merupakan kewajiban pribadi. Maka dalam menunaikan zakat, sifatnya juga individual.

“Tentang zakat setiap warga negara sebaiknya diserahkan kepada masing-masing individu. Negara tak perlu memaksa-maksa, karena Indonesia bukan negara agama. Begitu pula dengan sholat, puasa, adalah urusan manusia dengan Tuhannya,” katanya.

Dikatakannya, jika pemerintah berkukuh menerapkan kebijakan pemotongan tersebut, maka sebaiknya pemotongan tersebut dimasukkan bagian dari pajak penghasilan sehingga tidak membayar ganda yaitu untuk pajak penghasilan dan zakat.

“Kalaupun pemerintah ikut memfasilitasi zakat ASN, maka sebaiknya perlu dipikirkan pembayaran zakat itu dapat dikonversikan sebagai bagian dari pajak penghasilan,” imbuhnya, dilansir Antara.*

Related Post

Daftar Pemain Muslim Liga Inggris 2017-2018 Daftar Pemain Muslim Liga Inggris Musim 2017-2018 Sejumlah pemain bintang sepakbola Muslim dari berbagai negara kini bermain di Liga Primer Inggr...
Biswa Ijtima di Bangladesh Dihadiri 2 Juta Muslim ... Lebih dari dua juta umat Islam dari 130 negara menghadiri silaturahmi akbar bernama Biswa Ijtima di tepi Sungai Turag, sekitar 35 kilometer ibu kota B...
Fans Liverpool Berjanji Masuk Islam Jika Mohamed S... Fans Liverpool menyatakan akan masuk Islam jika gelandang serang The Reds yang beragama Islam, Mohamed Salah, mencetak beberapa gol lagi. Hal itu t...
Korea Selatan Perbanyak Tempat Ibadah Muslim Pemerintah Korea Selatan memperbanyak tempat ibadah untuk kaum Muslim berupa ruang ibadah berjalan (mobile prayer rooms). Pengadaan tempat ibadah b...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Kembali ke Atas